Sabtu, 16 Mei 2015

Fungsi Gereja pada hari ini



Kamu bercahaya di antara mereka seperti bintang-bintang di dunia (Filipi 2:15)

Banyak orang berpikir gereja adalah lembaga kuno atau sebuah bangunan pameran yang tidak lagi relevan dengan dunia moden. Namun, saya yakin gereja yang setia mengajarkan Alkitab dan mewartakan kabar baik keselamatan melalui Kristus benar-benar memberi apa yang semua kita perlukankan untuk menemukan jalan pulang kepada Kristus.

Isnin, 20 April 2015

Benih Injil yang ditanam dan disiram. 1 Korintus 3:6-9

Saya amat tertarik dengan apa yang dinyatakan Rasul Paulus di dalam 1 Korintus 3:6-9.

Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan. Karena itu yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, melainkan Allah yang memberi pertumbuhan. Baik yang menanam maupun yang menyiram adalah sama; dan masing-masing akan menerima upahnya sesuai dengan pekerjaannya sendiri.
Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.

Hujahnya ternyata sederhana tetapi pemahamannya mendalam dan tetap relevan sepanjang zaman. Memang ini adalah firman Tuhan sudah pasti Rasul Paulus menerima ilham ini terus dari Tuhan.

Saya tidak disini untuk membahaskan petikan firman ini cumanya saya mengajak saudara/I seiman yang menelesuri apa yang dimaksudkan Rasul Paulus dari segi penginjilan.

Penginjilan adalah suatu proses dan hasilnya terletak kepada kehendak Tuhan. Menjadi doa kita seperti jadilah kehendak Bapa. Maka oleh sebab itu setiap kita mungkin berperanan sebagai penanam benih injil, ada juga yang bertindak menyiram benih injil yang telah ditanam itu dan yang empuNya ladang itu adalah Tuhan yang memberikan pertumbuhan kepada benih yang ditanam dan yang telah disiram. Ini adalah proses.

Proses ini mungkin mengambil masa sekejap dan kadangkala mengambil masa yang lama. Tugas kita hanya menanam dan menyiram lebih dari itu tindakan Tuhan yang menumbuhkan. Itu semua kehendak dan kuasa Tuhan.

Tidak perlu kita sebagai pelayan Tuhan berbalah atau saling menyalahkan antara satu sama lain seandainya apa yang kita tanam dan siram tidak bertumbuh. Tetapi yang paling penting marilah kita saling berpegang tangan dan bersatu hati di dalam doa serta dalam lingkungan sebagai penginjil atau pelayan dimana pun kita dalam denominasi apa sekalipun agar setiap benih injil yang ditanam dan di siram itu ditumbuhkan oleh Tuhan.

Dengan jelas sekali, perkongsian ringkas dan sederhana ini menerangkan maksudnya.















Catatan: Saya selalu mendoakan saudara/i agar dapat mengalami perubahan dan pertumbuhan kehidupan rohani yang signifikan di dalam Kristus dengan rutin membaca renungan-renungan yang saya tulis setiap hari. 

Selasa, 3 Mac 2015

Panggilan dalam pelayanan tubuh Kristus.

Pada mulanya, kita semua manusia bermula dari Pencipta iaitu Allah.
Di sini sudah wujud kita (manusia) di panggil Allah/Tuhan hidup dalam bumi ciptaanNya.
Di rencanakan bagi kesenangan Allah BUKAN mendukakan Allah.
Kita dipanggil atau diperintahkan untuk berkuasa ke atas ciptaanNya (Kejadian 1: 27)

Kalau kita melihat dalam Alkitab tokoh-tokoh yang dipanggil Tuhan seperti;
1.      Musa (Seorang gembala di padang belantara): ‘Pergi, bebaskan umatKu’ (Keluaran 3:1-12)
2.      Samuel (Seorang anak laki-laki yang melayani di bait Allah): Bangunlah dan berbicaralah untuk Ku’ (1 Sam 3:1-19)
3.      Jeremiah (Jer 1:5  "Sebelum Aku membentuk engkau dalam rahim ibumu, Aku telah mengenal engkau, dan sebelum engkau keluar dari kandungan, Aku telah menguduskan engkau, Aku telah menetapkan engkau menjadi nabi bagi bangsa-bangsa."
4.      Dua belas murid-murid Yesus
5.      Saulus menjadi Paulus

          Panggilan Allah berlaku oleh sebab kerajaan Allah telah beroperasi di bumi (Kejadian 1:28). Bumi harus diurus dan di jaga. Yang perlu beranak cucu itu siapa? Yang harus memenuhi bumi itu adalah manusia yang segambaran dengan Allah.

          Yang Tuhan kehendaki ialah supaya kerajaan Syurga juga beroperasi di bumi ini:
1) Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu, di bumi seperti di dalam syurga [Matius 6:10]
2) Lihatlah kemah Allah ada di tangan manusia di bumi [Wahyu 21:3]

Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya. Efesus 1:4-5

Terdapat lima dimensi panggilan Allah iaitu;

1. Di proses bagi menjadikan kita suatu peribadi yang sesuai dengan panggilanNya
2. Menjadi berkat dan saluran berkat
3. Berkomunikasi dengan Tuhan terus menerus-doa
4. Mempengaruhi kehidupan orang lain dengan perhubungan intim kita dengan Tuhan
5. Menjadi terang kepada dalam keluarga, komuniti dan Negara.

Apa yang terjadi ketika kita dipanggil Tuhan;
1.      Kita Dibentuk Oleh Dia
2.      Kita Diajar Oleh Dia
3.      Kita Diutus oleh Dia

Bagaimana kita dapat efektif bagi TUHAN?
1.      Tenaga – menggunakan tenaga kita dalam pelayanan.
2.      Kewangan – sumber kewangan yang kita miliki kita salurkan dalam pelayanan
3.      Masa – memperuntukkan masa dalam doa dan pelayanan.

Kesimpulannya, siapapun kita diciptakan Tuhan, kita semua terpanggil dalam pelayanan tubuh Kristus. Kita terpanggil secara sepenuh tenaga, kewangan dan masa untuk melayani Tuhan bukan bermakna kita harus meninggalkan pekerjaan yang sedia ada namun pelayanan dalam konteks di mana kita berada, dimana kita bekerja atau belajar dan pada tempat yang Tuhan letakkan kita.

          Terdapat banyak jiwa-jiwa yang belum mengenal Kristus yang harus kita dekati dengan pelbagai cara yang Tuhan panggil buat kita. Tidak kita kita seorang Guru Alkitab, Padri atau Pastor, Penginjil, Pemimpin Gereja, Pemimpin kelompok sel, guru sekolah minggu, pendoa syafaat dan sebagainya misinya tetap sama iaitu menghadirkan kerajaan Allah di bumi.














Catatan: Saya selalu mendoakan saudara/i agar dapat mengalami perubahan dan pertumbuhan kehidupan rohani yang signifikan di dalam Kristus dengan rutin membaca renungan-renungan yang saya tulis setiap hari.

Selasa, 1 Januari 2013

Tanda-tanda jodoh orang Kristian


Pandangan saya mengenai soal tanda jodoh orang Kristian

Bagi mereka yang ingin mencari pasangan hidup sudah tentu berhadapan dengan pelbagai komen, cadangan dan saranan daripada ahli keluarga, kawan-kawan. Kadang kala kita terpengaruh dengan apa yang kita baca, kita lihat dan kesaksian yang kita dengar. Tidak kurang juga banyak yang terjatuh dalam dosa dan terperangkap disebabkan salah pilihan sehingga terpaksa menukar kepercayaan. Kali ini saya berkongsi dari perspektif Alkitab tanda-tanda jodoh yang datang dari Tuhan.

Saya menulis perkongsian ini, berdasarkan penelitian firman Tuhan  Alkitab, antara lain: 2 Korintus 6:14; Markus 10:1-9; Kolose 3:14-15; dan Efesus 5:22-23.

PERTAMA. Pasangan yang kita ketemu tersebut adalah seiman iaitu percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Ini adalah mandatori dan mutlak. Kalau sebaliknya, itu bukan jodoh.

KEDUA.
Seseorang itu benar-benar jodoh dari Tuhan maka Tuhan sendiri yang mendominasi proses pertemuan antara kita dengannya.

KETIGA. Seseorang benar-benar jodoh dari Tuhan untuk kita jika ia benar-benar mencintai kita apa adanya. Pasangan kita mau menerima semua kekurangan kita. Ia memiliki pengertian yang dalam tentang apapun keadaan kita. Dia setia mendampingi kita apapun yang terjadi.

Perhatikanlah sebaik-baik mungkin ketiga-tiga tanda yang saya nyatakan. Sangat sederhana. Saudara dan saudari mempunyai kesempatan berfikir panjang sebelum mengambil keputusan soal jodoh sesuai dengan kehendak Tuhan.  Hal yang terpenting adalah lakukan semuanya untuk kemuliaan Tuhan, bukan untuk memuaskan keinginan kita! Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Matius 19:5-6
Dan firman-Nya: "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Khamis, 3 Julai 2008

Welcome to my Blog. Still under construction. Thank You